Hama adalah hewan yang cukup mengganggu tanaman dan manusia. Bagaimana tidak? Adanya hama membuat pertumbuhan tanaman terganggu sehingga juga meresahkan, tak terkecuali petani padi. Beberapa hewan yang ditakuti petani padi pun dikarenakan efeknya cukup parah, sehingga bisa berpotensi gagal panen.
Hewan yang menjadi hama tanaman padi sering kali menjadi hal yang perlu diketahui dan dibicarakan oleh para petani saat membudidayakan padi di sawah. Sebab, hama sering dianggap sebagai musuh utama bagi petani dalam memperoleh hasil produksi tanaman padi mereka. Ini memang masuk akal, karena modal yang dikeluarkan petani saat proses menanam cukup banyak. Sehingga jika sampai gagal, maka hak tersebut merupakan musuh para petani.
Tanaman padi yang sehat adalah tanaman yang tidak terserang oleh sebuah hama dan penyakit. Pada umumnya, setiap tanaman tidak terkecuali tanaman padi, tidak luput dari serangan hama dan penyakit. Bahkan, sebagian besar hama yang ada adalah jenis serangga.
Serangga atau hama mempunyai musuh alami (natural enemy), yaitu Arthropoda dari jenis serangga dan laba-laba. Selain itu, serangga juga digolongkan menjadi hewan predator yang juga menjadi sumber permasalahan bagi petani. Hal ini disebabkan karena hewan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman padi.
Tanaman yang terserang hama biasanya akan menunjukkan gejala-gejala penyakit yang diderita. Mulai dari tahap yang ringan atau masih sedikit hingga tahap berat. Akan tetapi, para petani sering mengabaikan tanda-tanda yang masih terlihat sedikit karena ketidaktahuannya. Beberapa petani pun ada yang menganggap gejala tersebut sudah biasa terjadi pada masa tanam.
Pada akhirnya, timbul gejala yang sangat parah dan meluas pada tanaman mereka, sehingga sudah terlambat untuk dikendalikan. Selain itu, terdapat juga beberapa hewan lain yang sering menjadi permasalahan dan menjadi musuh para petani.
Perbedaan Hama dengan Gulma
Sebelum membahas tentang hewan yang ditakuti petani padi, terlebih dahulu Anda harus tahu perbedaan hama dengan gulma. Ada beberapa orang yang masih bingung apa perbedaan antara hama dan juga gulma. Pada dasarnya, hama merupakan jenis hewan yang mengganggu tumbuhan yang ditanam oleh manusia. Akan tetapi, apabila hewan tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman, maka tidak dikatakan sebagai hama.
Sedangkan, untuk gulma sendiri merupakan jenis tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak diinginkan, sehingga menimbulkan kerugian bagi kehidupan manusia. Bahkan, kerugian yang ditimbulkan dari gulma bisa mengurangi ketersediaan unsur hara, dan bisa memberikan efek allelopathy (zat yang bersifat racun bagi tanaman).
5 Hewan Yang ditakuti Petani Padi
Setelah mengetahui hama dan perbedaannya dengan gulma, ada beberapa hama yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini karena sangat berpotensi menyebabkan para petani padi gagal panen. Berikut ini adalah 5 hewan atau hama yang menjadi musuh petani, karena bisa merusak tanaman mereka!
1. Tikus Sawah
Pertama, hewan yang ditakuti petani padi adalah tikus sawah. Hewan ini merupakan jenis hewan atau hama yang sering menjadi permasalahan dan menakutkan bagi para petani. Biasanya tikus sawah merusak padi dengan memotong sampai mencabut padi yang baru saja ditanam.
Selain itu, tikus sawah juga bisa memotong bibit yang masih muda serta memakan tunas padi yang berkembang. Sebenarnya, tikus tidak menyukai tempat yang luas dan terbuka, karena tikus akan lebih rentan terhadap serangan predator.
Karena itulah hewan tikus sawah sensitif dengan gangguan manusia, sehingga menjadikan hewan tersebut jarang ditemukan di perumahan, kecuali rumah perumahan tersebut kumuh atau kotor. Tikus sawah ini juga biasanya bersembunyi serta menggali lubang pada daerah rerumputan dekat dengan saluran irigasi utama.
2. Wereng
Selanjutnya, hama atau hewan yang menjadi musuh petani padi adalah wereng. Hama wereng merupakan OPT (organisme pengganggu tanaman) yang sering dialami oleh petani padi. Misalnya, seperti wereng coklat ( Nilaparvata lugens) yang merupakan hama paling berbahaya, jika dibandingkan dengan hama lainnya.
Pasalnya, jika wereng coklat menyerang tanaman padi, maka bisa menyebabkan serangan puso (gagal panen). Bahkan hewan yang satu ini juga memiliki sifat plastis, yakni mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan walaupun baru. Selain itu, hewan yang berwarna kecoklatan ini adalah jenis serangga penghisap cairan pada tanaman.
3. Kaper (Hama Penggerek Batang)
Kaper atau hama penggerek batang adalah jenis OPT yang sering menjadi musuh dan ditakuti oleh para petani padi. Hama ini sering menyerang tanaman padi, dengan intensitas serangan mencapai 90%. Selain itu, hama ini menyerang tanaman padi, pada masa fase pertumbuhan yaitu fase vegetatif sampai generatif. Itulah sebabnya kaper menjadi salah satu hewan yang ditakuti petani padi. Gejala yang ditimbulkan dari kaper atau serangan hama penggerek batang pada umumnya ada 2 jenis, meliputi sundep dan juga beluk.
Saat masih kecil, hama ini dikenal dengan nama sundep dan ketika tanaman sudah memasuki fase generatif hama ini disebut dengan Beluk. Fase perkembangan hama ini mulai dari telur, larva (ulat), pupa (entung) dan ngengat (kaper). Kemampuan bertelur hama ngengat betina bisa mencapai 150-600 butir per imago atau kaper.
4. Belalang
Berikutnya adalah belalang yang menjadi hewan yang ditakuti petani padi karena dapat merusak tanaman mereka. Sebenarnya hewan belalang mempunyai banyak jenis. Salah satunya yang paling membuat khawatir petani padi adalah Belalang Patanga Kembara. Belalang jenis ini biasanya aktif di siang hari, lalu meletakkan telur dengan berkelompok dalam tanah.
Hewan ini banyak hidup pada rerumputan serta menyukai tempat kering dan panas. Belakang ini bukan hanya menyerang tanaman padi melainkan jagung, pisang, serta kacang tanah. Belalang Patanga Kembara sendiri memiliki ciri-ciri bentuk tubuh yang ramping, antena pendek, ukuran tubuh jantan sekitar 60-76 mm dan betina 75-90 mm.
Selain itu, warna tubuh dari belalang ini adalah coklat, dengan punggung tengahnya memanjang garis berwarna krem. Sementara itu, sayap depan dari hewan ini berbintik-bintik, apabila dibentangkan sayap belakang berupa membrane berwarna krem.
5. Ulat
Hewan yang ditakuti petani padi berikutnya adalah ulat. Hewan ini juga termasuk hama yang cukup mengkhawatirkan. Terdapat dua jenis ulat yang kerap merusak tanaman pertanian petani, yaitu ulat daun dan ulat grayak. Nah, kedua jenis ulat tersebut biasanya akan menyerang tanaman seperti sawi dan kedelai. Bahkan, tingkat produksi kedelai yang dihasilkan para petani dapat menurun drastis, apabila diserang oleh hewan yang satu ini.
Biasanya, ulat grayak ini akan memakan dedaunan dan juga pangkat batang. Hewan ini akan beraktifitas pada malam hari, sehingga cukup membuat petani kebingungan sejak malam kapan kedatangannya.
Nantinya, daun yang dimakan ulat grayak ini, hanya akan tersisa rangka atau tulang daunnya saja. Maka dari itu, hama ulat ini termasuk hewan yang ditakuti petani padi apabila sampai menyerang tanaman mereka. Ini dikarenakan, bisa menyebabkan tanaman petani rusak, dan mengakibatkan gagal panen.
Kesimpulan
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai hewan yang ditakuti petani padi. Hewan tersebut bisa merusak pertumbuhan tanaman padi. Efek terburuknya adalah gagal panen, dan hal ini tentu menyebabkan kerugian yang cukup besar. Kerugian tersebut meliputi tenaga, materi dan juga waktu.

